🐴 Kode Cara Kerja Pestisida
LowonganKerja Operator PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Karawang. Posisi : Operator. Kualifikasi : Pria. Usia 19 – 28 tahun. Pendidikan minimal SMA/SMK jurusan Teknik Mesin/Kimia. Penempatan DSS Unit Karawang 1. Persyaratan dokumen : Surat Lamaran Kerja.
Bahanberbahaya yang didefinisikan di atas memiliki satu sifat atau lebih yang ditandai dengan simbol-simbol bahaya. Simbol bahaya adalah piktogram dengan tanda hitam pada latar belakang orange, kategori bahaya untuk bahan dan formulasi ditandai dengan simbol bahaya, yang terbagi dalam: 1. Resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisika-kimia) 2.
produksipertanian. Sering pula dijumpai keracunan pestisida pada para petani, karena aplikasi pestisida secara sembrono dan tidak hati-hati. Pertanian di tuntut untuk lebih bertanggung jawab terhadap hal-hal tersebut (Poerwanto, 2011:251) . Menurut Poerwanto (2011;252) perubahan gaya hidup dan cara pandang
Kodecara kerja :3A Cara kerja : Menyebabkan saluran natrium selalu terbuka,sehingga pada beberapa kasus menimbulkan efek berlebihan oleh saraf.saluran natrium terlibat dalam penyebaran info potensial di sepanjang akson saraf. 6.Golongan DDT dan Metoksiklor yaitu bahan aktif DDT Metoksiklor Kode Cara Kerja : 3A
KESELAMATANDAN KESEHATAN KERJA (K3) NAK.TU.01.006.01 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2019. Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-Golongan Agribisnis Ternak Unggas Kode Modul NAK.TU.01.006.01 Judul Modul: Memonitor dan Mengimplementasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Halaman: Cara
Caradeteksi insektisida dengan deteksi mutasi gen voltage gated sodium channel (VGSC) dapat menilai langsung perubahan pada sel target tempat kerja insektisida. Mutasi sel target pertama diketahui terjadi pada lalat M. domestica, lalat yang secara enzimatik tidak resistensi namun ternyata telah kebal dengan penyemprotan insektisida, Sampai
Source akan berubah menjadi rumus, dalam. Dalam contoh diatas pembahasan yang perta ini ada dalam kolom b. Source: kitabelajar.github.io Cara membuat angka negatif menjadi positif di excel #1 untuk memindahkan tanda minus ke sebelah kanan bilangan, anda dapat menggunakan custom number melalui kotak dialog format cells dengan
Semarang Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah Prof Dr Muhammad Nur DEA Nur menciptakan sebuah alat yang berfungsi untuk mereduksi pestisida pada sayuran dan buah yang menggunakan gelembung mikro ozon.. Menurut Nur dalam siaran pers di Semarang, Minggu
Pengurusharus dan wajib memberikan fasilitas kepada tenaga kerja yang mengelola pestisida meliputi : Fasilitas untuk merawat, mencuci serta binatu pekaian kerja. APD (Alat pelindung diri). Tempat penyimpanan pakaian kerja dan APD yang terpisah dari tempat penyimpanan pakaian sehari-hari.
. Demolish 18 EC adalah insektisida berbahan aktif Abamektin 18 g/l, berbentuk larutan dalam air berwarna kuning yang dapat diemulsikan, insektisida ini berguna sebagai obat pengendali cendawan pada tanaman seperti; bawang merah, bawang putih, cabai, padi, krisan, kacang panjang, kentang, tomat dan lainnya. Abamektin sendiri adalah bahan aktif insektisida dari golongan Avermektin, yang memiliki kode cara kerja 6. Fungsi bahan aktif ini mampu mengendalikan berbagai jenis hama tanaman, terutama jenis kutu-kutuan, Ulat, dan Thrip. Namun juga bisa diaplikasikan untuk mengndalikan wereng pada stadium rendah hingga kerja insektisida berbahan aktif abamectin pada hama yaitu dengan cara mengganggu fungsi jalan transmisi pada saraf dan neuromuskular, sehingga membuat hama yang terkontaminasi bisa mati secara perlahan, ini yang membuat banyak petani atau pembudidaya tanaman banyak menggunakan pestisida Demolish 18 EC ini diproduksi oleh PT Dharma Guna Wibawa DGW, yang sudah berpengalaman dalam memproduksi jenis pestisida berkualitas seperti; CORONA 325 SC, DANGKE 40 WP, EXPLORE 250 EC, BESTNOID 60 WP, BENLOX 50 WP, KLENSECT 200 EC dan mengendalikan hama pada tanaman, Insektisida ini bekerja sebagai racun kontak dan lambung yang berspectrum luas, bekerja secara langsung pada hama sasaran, selain itu efek translaminar yang ada pada Demolish mampu menjangkau hama yang bersembunyi di balik batang atau daun tanaman, sehingga optimal dalam pengendalian hama pada tanaman. A. Keunggulan DEMOLIS 18 EC1. Mudah LarutBahan aktif abametin yang berbentuk larutan pada Demolish 18 EC di beri kode formulasi Emulsible Concentrate EC menjadikan ia mudah larut kedalam air tanpa perlu diaduk lama, juga bersifat stabil. Biasanya pestisida dengan kode formulasi ini berupa pekatan yang ketika di campur air akan berubah warna jadi putih Berspektrum luasMemiliki daya jangkau yang luas, dan bukan hanya efektif terhadap satu jenis hama saja, Insektisida ini mampu mengendalikan beberapa hama penting, seperti; kutu daun Aphis pomi, penggerek daun Phyllocnistis citrella, ulat grayak Spodoptera litura, perusak daun Phaedonia inclusa, penggulung daun Lamprosema indicata, penggerek polong Etiella zinckenella, pengisap polong Riptortus linearis, juga masih ada beberapa jenis hama lagi yang mapu di basmi oleh Demolish 18 EC3. Cara Kerja Memiliki dua cara kerja sekaligus, yaitu dengan cara racun kontak dan lambung, sehingga optimal dalam mengendalikan berbagai jenis hama sasaran tanpa meleset. Selain itu insektisida ini juga memiliki efek adalah kemampuan bahan aktif insektisida untuk melakukan penetrasi ke dalam kutikula daun hingga ke jaringan daun di bawahnya tempat dimana larva dan hama golongan penghisap Daya PerlindunganInsektisida Demolish memiliki daya perlindungan terhadap hama dalam waktu yang lebih lama, sehingga memberi rasa aman bagi para petani atau pembudidaya StabilRelatif stabil terhadap cahaya, suhu & kondisi lapangan sehingga baik digunakan pada kondisi lapangan, atau siap di pakai pada semua FitotonikSifat fitotonik merupakan dapat melakukan proses fotosintesis secara maksimal serta mempercepat pemulihan akibat serangan penyakit, sehingga daun menjadi hijau dan tumbuh Fungsi Insektisida DEMOLIS 18 ECSeperti yang tersemat pada situs resmi PT Dharma Guna Wibawa DGW, setidaknya ada 9 jenis tanaman yang bisa di aplikasikan dengan pestisida ini, seperti; cabai, bawang merah, kubis, padi, kentang, tomat, kacang panjang, krisan dan kelapa cara kerja nya bisa diaplikasikan dengan cara di semprot atau di spray, sedangkan untuk dosisnya bisa menyesuaikan tergantung jenis tanaman dan tingkat atau stadium hama. Berikut dosis dan cara kerja /aplikasi Demolish pada tiap tiap tanaman1. PadiPada tanaman padi, ulat menjadi musuh yang nyata bagi para petani. Ada 2 jenis ulat yang biasa mengganggu tanaman padi yaitu; ulat penggerek batang Scirpophaga incertulas, dan ulat grayak Leucania spp dan Spodoptera spp. Selain dua jenis ulat tersebut, fungsi insektisida Demolis 18 EC untuk padi juga bisa digunakan sebagai pengendali hama lalat daun, dan membasmi jenis hama diatas, gunakan dosis 2 ml perliter air dengan metode penyemprotan volume tinggi, atau jika menggunakan tengki sprayer ukuran 14 liter, maka dosis yang digunakan adalah 28 ml pertengki. 2. Bawang MerahUlat grayak bawang Spodoptera exigua merupakan hama utama yang biasa merusak tanaman bawang merah. Serangan larva ini dapat menyebabkan penurunan hasil produksi bawang merah, atau kehilangan hasil yang tidak sedikit jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian Serangan Spodoptera exigua pada bawang merah membuat daun bawang merah menjadi berlubang seperti transparan. Ulat grayak ada di dalam rongga daun dan memakan daun dari penyemprotan volume tinggi dengan dosis ml/l, meski dosis rendah, efek traslaminar pada insektisida ini mampu membasmi larva yang bersembunyi di dalam CabaiUlat grayak Spodoptera litura merupakan hama yang menyerang bagian daun tanaman cabai secara berkelompok. Daun yang terserang berlubang dan meranggas. Pada serangan stadium tinggi, biasanya terjadi pada saat musim kemarau, menyebabkan defoliasi daun yang sangat proses pengendalian gunakanlah penyemprotan volume tinggi dengan dosis 2,25 ml/l Demolish untuk cabe, agar pengendalian ulat cabe bisa musnah dalam waktu yang Tanaman LainnyaKedelai ulat grayak Spodoptera litura Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1,0 l/haKentang pengorok daun Liriomyza huidobrensis Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1 ml/lKubis perusak daun Plutella xylostella Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1,0 ml/lKubis perusak daun Crocidolomia binotalis Penyemprotan volume tinggi 1 - 2 ml/l bisnis budidaya tanaman, tanaman yang tumbuh subur dan sehat merupakan investasi yang berharga, oleh karena itu hama dan penyakit harus secepatnya di tuntaskan sejak pertama kali di temukan, semakin dini ditemukan maka semakin mudah untuk pestisida sebagai racun pengendali hama dan penyakit harus di gunakan secara bijak oleh pembudidaya tanaman, agar residu yang ditinggalkan oleh pestisida tidak berdampak buruk bagi lingkungan di kemudian hari, Gunakanlah pestisida sesuai dengan diperhatikan! Jangan tergiur dengan pestisida yang harganya murah namun tidak memiliki efektivitas dalam menangani hama atau penyakit, karena akan berdapak buruk bagi lingkungan dengan residu yang di tinggalkan, atau juga membeli pestisida yang mahal harganya namun belum teruji khasiatnya, karena itu jermatlah dalam memilih prodak ulasan tentang Kegunaan dan Fungsi Insektisida Demolish 18 EC Untuk Tanaman, Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk semua, khususnya bagi anda yang sedang berbisnis budidaya tanaman. Terimakasih.
Sebelum melangkah jauh, baiknya kita tahu dulu apa itu pestisida, insectisida, fungisida, dan lainnya. Pestisida adalah racun kimia yang berfungsi untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman OPT, baik itu berupa Hama atau Penyakit yang menyerang tanaman. Sedangkan berdasarkan jenis sasarannya Pestisida dibagi menjadi 7 jenis sesuai dengan kelompok atau golongannya. 1. Insektisida, adalah jenis racun kimia yang diperuntukan khusus mengendalikan hama jenis serangga. contohnya walang sangit, lembing, wereng, dan lain - lain. 2. Herbisida, adalah jenis racun kimia yang diperuntukan khusus dalam mengendalikan hama golongan gulma Jenis rumput 3. Fungisida, adalah jenis racun kimia yang diperuntukan khusus pembasmi jamur, seperti blas pada padi atau panu pada manusia. 4. Bakterisida, adalah jenis racun kimia khusus pembunuh bakteri seperti hawar daun/kresek pada padi 5. Rodentisida, adalah jenis racun kimia khusus pembunuh hama pengerat seperti tikus. 6. Moluskisida, adalah jenis racun kimia khusus pembunuh hama jenis moluska seperti, Keong dan kerang. 7. Nematisida, adalah jenis racun kimia khusus pembunuh hama jenis cacing-cacingan. Semoga dengan penjelasan di atas sudah jelas. Jadi insectisida, fungisida itu bagian dari pestisida ya. Mari kita bahas selanjutnya yaitu tentang bahan aktif pestisida. Petani umumnya jarang yang tahu tentang bahan aktif insektisida. Padahal dalam kesehariannya, mereka selalu bersentuhan dengan pestisida untuk pengendalian hama. Pestisida adalah zat kimia yang digunakan dalam bidang pertanian untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun demikian, penggunaan pestisida juga memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatif pestisida adalah timbulnya kekebalan resistensi hama maupun penyakit terhadap bahan aktif tertentu. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan pestisida yang kurang bijaksana, yakni dosis yang tidak sesuai anjuran dan tidak melakukan rotasi pestisida. 4 Golongan Pestisida dan Cara Kerjanya Berdasarkan cara kerjanya Mode of action, yaitu menurut sifat kimianya, pestisida dibagi menjadi empat 4 golongan besar antara lain sebagai berikut 1. Insektisida Golongan Organoklorin Merupakan insektisida sintetik yang paling tua yang sering disebut hidrokarbon klor. Secara umum diketahui bahwa keracunan pada serangga ditandai dengan terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan terjadinya hiperaktivitas, gemetar, kemudian kejang hingga akhirnya terjadi kerusakan pada saraf dan otot yang menimbulkan kematian. Organoklorin bersifat stabil di lapangan, sehingga residunya sangat sulit terurai. 2. Insektisida Golongan Organofosfat Merupakan insektisida yang bekerja dengan menghambat enzim asetilkolinesterase, sehingga terjadi penumpukan asetilkolin yang berakibat pada terjadinya kekacauan pada sistem pengantar impuls saraf ke sel-sel otot. Keadaan ini menyebabkan impuls tidak dapat diteruskan, otot menjadi kejang, dan akhirnya terjadi kelumpuhan paralisis dan akhirnya serangga mati. 3. Insektisida Golongan Karbamat Merupakan insektisida yang berspektrum luas. Cara kerja karbamat mematikan serangga sama dengan insektisida organofosfat yaitu melalui penghambatan aktivitas enzim asetilkolinesterase pada sistem saraf. Perbedaannya ialah pada karbamat penghambatan enzim bersifat bolak-balik reversible yaitu penghambatan enzim bisa dipulihkan lagi. Karbamat bersifat cepat terurai. 4. Insektisida Golongan Piretroid Merupakan piretrum sintetis, yang mempunyai sifat stabil bila terkena sinar matahari dan relatif murah serta efektif untuk mengendalikan sebagain besar serangga hama. Piretroid mempunyai efek sebagai racun kontak yang kuat, serta mempengaruhi sistem saraf serangga pada peripheral sekeliling dan sentral pusat. Peretroid awalnya menstimulasi sel saraf untuk berproduksi secara berlebih dan akhirnya menyebabkan paralisis dan kematian. Dalam melakukan rotasi pestisida yang perlu diperhatikan adalah mengetahui cara kerja bahan aktif pestisida yang akan digunakan. Hal ini sesuai anjuran Insecticide Resistance Action Committee IRAC dan Fungicide Resistance Action Committe FRAC yaitu berdasarkan cara kerja yang berbeda. Karena beberapa bahan aktif yang berbeda memiliki cara kerja yang sama. IRAC dan FRAC memberi kode pada setiap cara kerja pestisida untuk mempermudah petani dalam melakukan pergiliran rotasi pestisida. Berikut ini tabel golongan pestisida, bahan aktif, kode cara kerja dan cara kerja pestisida No Golongan Nama Bahan Aktif Kode Cara Kerja Cara Kerja 1 Karbamat Alankarb-Aldikarb-Bendiokarb-Benfurakarb-Butokarboksim-Butoksikarboksim-Karbaril-Karbofuran-Karbosulfan-Etiofenkarb-Fenobukarb-Formetanat-Furatiokarb-Isoprokarb-Metiokarb-Metomil-Metolkarb-Oksamil-Pirimikarb-Propoksur-Tiodikarb-Tiofanoks-Triazamat-Trimetakarb-XMC-Silikarb 1 A Menghambat AChE acetylcholinesterase-menyebabkan hyperexcitation. AChE adalah enzim yang mengakhiri aksi rangsang neurotransmiter asetilkolin pada sinapsis saraf. Organofosfat Asefat-Azametifos-Azinfos-etil-Azinfosmetil-Kadusafos-Koretoksifos-Klorfenvinfos-Klormefos-Klorpirifos-Klorpirifosmetil-Koumafos-Sianofos-Demeton S metil-Diazinon-Diklorfos/DDVP-Dikrotofos-Dimetoat-Dimetilvinfos-Disulfoton-EPN-Etion-Etoprofos-Famfur-Fenamifos-Fenitrotion-Fention-Fostiazat-Heptenofos-Imisiafos-Isofenfos-Isoprofil O- metoksiaminotio-fosforil salisilat-Isoksation-Malation-Mekarbam-Metamidofos-Metidation-Mevinfos-Monokrotofos-Naled-Ometoat-Oksidemeton metil-Paration-Paration metil-Fentoat-Forat-Fosalon-Fosmet-Fosfamidon-Foksim-Pirimifos metil-Profenofos-Propetamfos-Protiofos-Firaklofos-Firidafention-Kuinalfos-Sulfotep-Tebupirimfos-Temefos-Terbufos-Tetraklorvinfos-Tiometon-Triazofos-Triklorfon-Vamidotion 1 B 2 Siklodin organoklorin Klordan-Endosulfan 2 A Memblokir saluran klorida aktivasi GABA menyebabkan hyperexcitation dan kejang-kejang. GABA adalah neurotransmiter inhibisi utama pada serangga. Fenilfirazol Etiprol-Fipronil 2 B 3 Piretroid dan Piretrin Acrinatrin-Alletrin-d-cis-trans Alletrin-d-trans Alletrin-Bifentrin-Bioalletrin-Bioalletrin Siklopentenil isomer-Bioresmetrin-Sikloprotrin-Siflutrin-beta-Siflutrin-Sihalotrin-lambda Sihalotrin-gamma-Sihalotrin-Sipermetrin-alfa-Sipermetrin-beta-Sipermetrin-tetasipermetrin-zeta-SipermetrinSifenotrin-1R-trans- isomers-Deltametrin-Empentrin EZ- 1R- isomers-Esfenvalerat-Etofenprox-Fenpropatrin-Fenvalerat-Flusitrinat-Flumetrin-tau- Fluvalinat-Halfenprox-Imiprotrin-Kadetrin-Permetrin-Fenotrin [1R-trans- isomer]-Pralletrin-Firetrins piretrum-Resmetrin-Silafluofen-Teflutrin-Tetrametrin-Tetrametrin [1R-isomers]-Tralometrin-Transflutrin 3 A Menyebabkan saluran natrium selalu terbuka sehingga pada beberapa kasus menyebabkan reaksi berlebihan oleh saraf. Saluran natrium terlibat dalam penyebaran info potensial di sepanjang akson saraf. DDT dan Metoksiklor DDT-Metokdiklor 3 B 4 Neonikotinoid Asetamiprid-Klotianidin-Dinotefuran-Imidakloprid-Nitenpiram-Tiakloprid-Tiametoxam 4 A Meniru tindakan agonis asetilkolin di nAChRs menyebabkan hyperexcitation. Asetilkolin adalah neurotransmitter utama dalam sistem saraf serangga pusat. Nikotin Nikotin 4 B 5 Spinosin Spinetoram-Spinosad 5 Allosterically mengaktifkan nAChRs menyebabkan hyperexcitation dari sistem saraf. 6 Avermektin dan Milbemisin Abamektin-Emamektin benzoat-Lepimektin-Milbemektin 6 Allosterically mengaktifkan saluran utama klorida glutamat GluCls menyebabkan kelumpuhan. Glutamat adalah inhibitory neurotransmiter penting dalam serangga. 7 ZPT Hidropren-Kinopren-Metopren 7 A Diterapkan di pra-metamorfik instar. Senyawa ini mengganggu dan mencegah metamorfosis. Fenoksikarb Fenoksikarb 7 B Piriproksipen Piriproksipen 7 C 8 Akil halida Metil bromida and other alkil halid 8 A Menghambat pembentukan sel. hanya mekanismenya belum diketahui. Kloropikrin Kloropicrin 8 B Sulfuril fluorid Sulfuril fluroid 8 C Boraks Borax 8 D Tartar emetrik Tartar emetrik 8 E 9 Pimetrozin Pimetrozin 9 B Menyebabkan penghambatan makan selektif pada kutu putih dan kutu daun Flonikamid Flonikamid 9 C 10 Klofentezin – Heksitiazok – Diflovidazin Klofentezin – Heksytiazoks – Diflovidazin 10 A Menghambat pertumbuhan tungau Etoksazol Etoksazol 10 B 11 Bacillus thuringiensis atau Bacillus sphaericus Bacillus thuringiensis subsp. israelensis-Bacillus sphaericus-Bacillus thuringiensis subsp. aizawai-Bacillus thuringiensis subsp. kurstaki-Bacillus thuringiensis subsp. tenebrionis. Bt crop proteins Cry1Ab; Cry1Ac; Cry1Fa; Cry2Ab; mCry3A; Cry3Ab; Cry3Bb; Cry34/35Ab1 - Racun protein yang mengikat pada reseptor pada membran saluran pencernaan tengah dan mendorong pembentukan pori-pori mengakibatkan ketidakseimbangan ion dan septicaemia 12 Diafentiuron Diafentiuron 12 A Menghambat enzim yang mensintesis ATP pada mitokondria Organotin mitisid Azosiklotin-Siheksatin-Fenbutatin oksid 12 B Propargit Propargit 12 C Tetradifon Tetradifon 12 D 13 Klorfenapir – DNOC – Sulfuramid Klorfenapir-DNOC-Sulfuramid 13 Gangguan pada gradien proton; sirkuit gradien proton disebut protonofores yang pendek pada mitokondria sehingga ATP tidak dapat disintesis. 14 Nereistoksin analog Bensultap-Kartap hidroklorid-Tiosiklam-Tiosultap-sodium 14 Memblokir saluran ion nAChR sehingga blok sistem saraf dan kelumpuhan. Asetilkolin adalah excitatory neurotransmitter penghubung utama dalam sistem saraf serangga pusat. 15 Benzoilurea Bistrifluron-Klorfluazuron-Diflubenzuron-Flusikloksuron-Flufenoksuron-Heksaflumuron-Lufenuron-Novaluron-Noviflumuron-Teflubenzuron-Triflumuron 15 Menghambat biosintesis kitin 16 Buprofezin Buprofezin 16 Menghambat biosintesis kitin pada beberapa serangga khususnya kutuputih 17 Siromazin Siromazin 17 Merontokkan kutikula saat proses pergantian kulit serangga 18 Diasilhidrazin Kromafenozid-Halofenozid-Metoksifenozid-Tebufenozid 18 Meniru hormon ganti kulit ekdison menginduksi kutikula serangga dewasa agar rontok sebelum waktunya 19 Amitraz Amitraz 19 Mengaktifkan reseptor oktopamin mengarah ke hyperexcitation rekasi saraf berlebihan. Oktopamin adalah hormon pada serangga yang menyerupai adrenalin seperti neurohormon untuk pertahanan diri atau untuk terbang. 20 Hidrametilnon Hidrametilnon 20 A Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel. Asequinosil Asequinosil 20 B Fluacripirim Fluacripirim 20 C 21 METI akarisida dan insektisida Fenazakuin-Fenpiroksimat-Pirimidifen-Piridaben-Tebufenpirad-Tolfenpirad 21 A Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel. Rotenon Rotenon Derris 21 B 22 Indoksakarb Indoksakarb 22 A Memblokir saluran natrium menyebabkan pemadaman sistem saraf dan kelumpuhan. Saluran natrium yang terlibat dalam penyebaran potensial aksi di sepanjang akson saraf. Metaflumizon Metaflumizon 22 B 23 Asam Tetronik dan Asam Tetramik Spirodiklofen-Spiromesifen-Spirotetramat 23 Menghambat kerja asetil koenzim A karboksilase untuk mensintesis lipid yang merupakan langkah pertama dalam biosintesis lipid sehingga menyebabkan kematian serangga. 24 Fosfin Aluminium fosfid-Kalsium fosfid-Fosfine-Zinc fosfid 24 A Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel. Sianida Sianida 24 B 25 Turunan Beta-Ketonitril Sienopirafen-Siflumetofen 25 Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel. 28 Diamida Chlorantraniliprole-Cyantraniliprole-Flubendiamide 28 Aktifnya otot reseptor rianodin menyebabkan kontraksi dan kelumpuhan. Reseptor rianodin berperan melepaskan kalsium ke dalam sitoplasma dari sel intraseluler. Contoh Cara Pergiliran Pestisida yang Baik dan Benar Insecticide Resistance Action Committee IRAC dan Fungicide Resistance Action Committe FRAC mengharuskan agar rotasi pestisida dilakukan berdasarkan cara kerja yang berbeda, karena bahan aktif yang berbeda dapat mempunyai cara kerja yang sama. Pemberian kode cara kerja pestisida bertujuan untuk memudahkan petani dalam melakukan pergiliran pestisida. Ketentuannya sebagai berikut - Kode cara kerja pestisida berupa angka dan huruf, golongan pestisida dengan kode angka yang sama menunjukkan cara kerja yang sama. Sebagai contoh, kode cara kerja pestisida golongan karbamat adalah 1A dan golongan organofosfat 1B. Artinya kedua golongan pestisida tersebut mempunyai cara kerja yang sama. Jika telah menggunakan insektisida dari golongan karbamat tidak dianjurkan menggunakan insektisida dari golongan organofosfat. - Cara melakukan rotasi pergiliran pestisida yang baik dan benar adalah dengan mengaplikasikan 2 atau 3 jenis pestisida dari golongan yang memiliki cara kerja yang berbeda. Misalnya menggunakan insektisida dari golongan karbamat, neonikotinoid kemudian dari golongan piretrin. - Kesimpulannya bila mau mengaplikasikan 2 atau lebih insectisida lihat bahan aktifnya pada tabel di atas. Bahan aktif harus berbeda golongan dan cara kerjanya juga beda. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang bahan aktif pestisida.
You're Reading a Free Preview Pages 7 to 16 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 20 to 38 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 47 to 55 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 61 to 99 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 105 to 112 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 119 to 120 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 129 to 136 are not shown in this preview.
kode cara kerja pestisida